Artikel 17 Sep 2026

Floating License vs Node-Locked License: Mana yang Dibutuhkan Perusahaan?

Ketika perusahaan mulai menggunakan software photogrammetry seperti Agisoft Metashape untuk pekerjaan drone mapping, survey, 3D modeling, atau pengolahan data geospasial, ada satu hal yang sering luput diperhatikan: jenis lisensi software.

Banyak perusahaan langsung fokus pada spesifikasi komputer, drone, kamera, atau jumlah data yang akan diproses. Padahal, cara lisensi digunakan juga perlu disesuaikan dengan pola kerja tim.

Secara umum, terdapat dua pendekatan yang sering menjadi pertimbangan:

Floating License dan Node-Locked License.

Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu memberikan hak penggunaan software. Perbedaannya terletak pada bagaimana lisensi tersebut digunakan dan dikelola oleh perusahaan.

Lalu, mana yang lebih sesuai untuk kebutuhan perusahaan?

Jawabannya tidak selalu sama. Yang perlu dilihat terlebih dahulu adalah jumlah pengguna, jumlah workstation, pola kerja, dan seberapa sering software digunakan secara bersamaan.

Apa Itu Node-Locked License?

Node-Locked License adalah lisensi yang dikaitkan dengan satu komputer atau workstation tertentu. Artinya, software digunakan pada komputer yang telah ditentukan untuk lisensi tersebut.

Contoh sederhananya:

Sebuah perusahaan memiliki satu engineer yang bertugas melakukan pengolahan data photogrammetry dan memiliki satu workstation khusus. Jika software hanya digunakan pada workstation tersebut, Node-Locked License dapat menjadi pilihan yang sederhana.

Pola penggunaannya kira-kira seperti ini:

1 License → 1 Workstation

Lisensi tidak dirancang untuk digunakan secara bebas berpindah-pindah antar komputer seperti sistem Floating License.

Kapan Node-Locked License lebih relevan?

Model ini biasanya lebih mudah dipahami ketika:

  • Software hanya digunakan oleh satu pengguna atau satu workstation.
  • Komputer pengolahan data bersifat tetap.
  • Perusahaan memiliki workstation khusus untuk photogrammetry.
  • Software tidak perlu berpindah-pindah ke komputer lain.
  • Penggunaan software relatif terpusat.

Misalnya sebuah perusahaan survey memiliki satu workstation dengan spesifikasi tinggi untuk memproses orthophoto, point cloud, DSM, DTM, dan 3D model. Jika workstation tersebut memang menjadi mesin utama untuk pekerjaan photogrammetry, lisensi yang terikat pada workstation tersebut dapat menjadi solusi yang praktis.

Apa Itu Floating License?

Berbeda dengan Node-Locked License, Floating License memberikan fleksibilitas penggunaan lisensi melalui server lisensi. Dalam skema ini, perusahaan dapat memiliki beberapa komputer atau laptop yang membutuhkan software, sementara lisensi dikelola melalui satu server.

Gambaran sederhananya:

License Server → Mengatur Lisensi → PC/Laptop Pengguna

Misalnya perusahaan mempunyai:

  • 1 server lisensi
  • 5 engineer
  • 5 laptop/workstation
  • 2 Floating License

Maka dua engineer dapat menggunakan software secara bersamaan.

Ketika engineer pertama selesai dan melepas lisensinya, lisensi tersebut dapat digunakan oleh engineer lainnya. Jadi, jumlah Floating License menentukan berapa banyak pengguna yang dapat menjalankan software secara bersamaan.

Perbedaan Floating License dan Node-Locked License

Perbedaan paling mudah dipahami adalah pada fleksibilitas penggunaan.

FaktorFloating LicenseNode-Locked License
PenggunaanDapat digunakan dari beberapa komputer yang terhubung ke license serverTerikat pada komputer/workstation tertentu
PenggunaDapat bergantian menggunakan lisensiUmumnya digunakan oleh workstation tertentu
Penggunaan bersamaanSesuai jumlah lisensi yang tersediaSesuai lisensi yang dimiliki
ServerMembutuhkan license serverTidak menggunakan konsep server lisensi yang sama
FleksibilitasLebih tinggiLebih sederhana
Cocok untukTim dengan beberapa pengguna/workstationPengguna atau workstation tetap
PengelolaanMembutuhkan konfigurasi jaringanRelatif lebih sederhana

Catatan: detail teknis aktivasi, jaringan, dan ketentuan penggunaan dapat berbeda sesuai produk dan versi software. Karena itu, konfigurasi lisensi sebaiknya dikonfirmasi sebelum pembelian.

Contoh Kasus di Perusahaan Survey dan Pemetaan

Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat beberapa kondisi yang umum terjadi di industri.

Kasus 1: Satu Engineer, Satu Workstation

Sebuah perusahaan memiliki satu orang engineer yang bertanggung jawab melakukan pengolahan data drone.

Dia bekerja menggunakan satu workstation khusus.

Software hampir selalu digunakan pada komputer tersebut. Dalam kondisi seperti ini, Node-Locked License dapat menjadi pilihan yang sederhana, karena perusahaan tidak membutuhkan fleksibilitas perpindahan lisensi antar workstation.

Kasus 2: Banyak Engineer, Penggunaan Bergantian

Sebuah perusahaan memiliki lima engineer. Tidak semuanya melakukan processing photogrammetry pada waktu yang sama.

Misalnya:

  • Engineer A melakukan processing pagi hari.
  • Setelah selesai, Engineer B menggunakan software.
  • Siang hari Engineer C membutuhkan software.
  • Engineer lainnya menggunakan workstation untuk pekerjaan GIS atau CAD.

Dalam kondisi seperti ini, Floating License dapat memberikan fleksibilitas lebih besar.

Perusahaan tidak harus mengikat satu lisensi secara permanen pada satu workstation jika kebutuhan penggunaannya memang bergantian.

Kasus 3: Beberapa Engineer Membutuhkan Software Bersamaan

Sekarang kondisinya berbeda.

Perusahaan mempunyai lima engineer dan tiga di antaranya sering melakukan processing secara bersamaan. Maka kebutuhan lisensi harus dihitung berdasarkan berapa pengguna yang membutuhkan akses secara bersamaan.

Misalnya perusahaan membutuhkan tiga sesi penggunaan secara bersamaan:

3 pengguna bersamaan → 3 Floating License

Bukan berarti perusahaan hanya boleh memiliki tiga komputer. Komputernya bisa lebih banyak, tetapi jumlah pengguna yang dapat menggunakan lisensi secara bersamaan mengikuti jumlah lisensi yang tersedia.

Jadi, Apakah Floating License Selalu Lebih Baik?

Tidak.

Ini poin yang penting. Floating License bukan otomatis lebih baik daripada Node-Locked License.

Keduanya dibuat untuk kebutuhan penggunaan yang berbeda.

Kalau perusahaan hanya memiliki satu workstation khusus dan software hanya digunakan di sana, sistem yang lebih fleksibel belum tentu memberikan manfaat tambahan yang signifikan. Sebaliknya, jika perusahaan mempunyai banyak engineer dan beberapa workstation yang digunakan bergantian, fleksibilitas Floating License dapat menjadi pertimbangan penting.

Jadi jangan menentukan lisensi hanya berdasarkan istilah “Floating” terdengar lebih fleksibel.

Lihat terlebih dahulu cara kerja tim Anda sehari-hari.

Bagaimana Menentukan Lisensi yang Tepat?

Sebagai praktisi di industri survey dan pemetaan, saya biasanya menyarankan perusahaan menjawab lima pertanyaan sederhana sebelum menentukan skema lisensi.

1. Berapa orang yang menggunakan software?

Apakah hanya satu engineer?

Atau ada lima, sepuluh, bahkan lebih banyak pengguna?

2. Berapa workstation yang digunakan?

Apakah processing dilakukan pada satu workstation?

Atau engineer dapat berpindah menggunakan beberapa komputer?

3. Apakah software digunakan secara bersamaan?

Ini salah satu pertanyaan terpenting.

Jika lima engineer menggunakan software secara bergantian, kebutuhan lisensinya berbeda dengan kondisi ketika lima engineer semuanya melakukan processing secara bersamaan.

4. Apakah workstation bersifat tetap?

Jika engineer selalu menggunakan workstation yang sama, Node-Locked License bisa lebih sederhana. Jika pengguna sering berpindah workstation, Floating License dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar.

5. Bagaimana infrastruktur jaringan perusahaan?

Floating License menggunakan sistem license server sehingga konfigurasi jaringan perlu diperhatikan. Perusahaan perlu memastikan komputer pengguna dapat terhubung ke server lisensi sesuai persyaratan software.

Jangan Hanya Menghitung Jumlah Komputer

Kesalahan yang cukup sering terjadi ketika perusahaan membeli software adalah menghitung:

“Kami punya 5 komputer, berarti harus membeli 5 lisensi.”

Padahal belum tentu.

Yang lebih penting adalah mengetahui:

Berapa orang yang benar-benar membutuhkan software pada saat yang sama?

Contohnya:

Perusahaan mempunyai 5 workstation, tetapi hanya 2 engineer yang biasanya melakukan processing photogrammetry secara bersamaan. Dengan skema Floating License, kebutuhan lisensi dapat dihitung berdasarkan penggunaan bersamaan tersebut, sesuai ketentuan lisensi software yang dipilih.

Inilah salah satu alasan mengapa pola kerja perusahaan perlu dipahami sebelum menentukan jenis lisensi.

Bagaimana dengan Perusahaan yang Sedang Berkembang?

Untuk perusahaan survey, mapping, mining, konstruksi, dan drone service, kebutuhan software biasanya berkembang seiring bertambahnya proyek.

Awalnya mungkin hanya ada satu engineer.

Kemudian menjadi tiga engineer.

Lalu perusahaan memiliki beberapa workstation dan mulai menangani beberapa proyek secara paralel.

Karena itu, perencanaan lisensi sebaiknya tidak hanya melihat kondisi hari ini, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana software akan digunakan dalam pekerjaan perusahaan ke depannya. Namun, perusahaan juga tidak perlu membeli lisensi berlebihan sejak awal jika penggunaannya memang belum membutuhkan.

Pendekatan yang lebih rasional adalah menghitung kebutuhan aktual dan pola penggunaan.

Floating License vs Node-Locked: Mana yang Cocok untuk Perusahaan Anda?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua perusahaan.

Secara sederhana:

Pilih Node-Locked License jika:

  • Software digunakan pada workstation tertentu.
  • Jumlah pengguna sedikit.
  • Workstation bersifat tetap.
  • Tidak membutuhkan perpindahan lisensi antar komputer.

Pertimbangkan Floating License jika:

  • Ada beberapa engineer yang menggunakan software.
  • Terdapat beberapa workstation.
  • Pengguna membutuhkan software secara bergantian.
  • Perusahaan membutuhkan fleksibilitas penggunaan lisensi.
  • Beberapa pengguna membutuhkan akses secara bersamaan dan perusahaan ingin mengatur jumlah akses berdasarkan jumlah lisensi.

Yang perlu diingat, Floating License tidak berarti satu lisensi dapat digunakan oleh banyak orang secara bersamaan.

Jika perusahaan hanya memiliki satu Floating License, maka hanya satu penggunaan lisensi yang dapat aktif pada satu waktu. Jika memiliki dua lisensi, dua penggunaan dapat berjalan bersamaan, dan seterusnya, sesuai ketentuan produk.

Kesimpulan

Memilih lisensi software photogrammetry bukan hanya persoalan membeli software, tetapi juga bagaimana software tersebut akan digunakan oleh tim. Node-Locked License lebih berorientasi pada penggunaan pada workstation tertentu.

Sementara Floating License memberikan fleksibilitas pengelolaan lisensi melalui license server untuk beberapa komputer atau pengguna.

Untuk menentukan pilihan yang sesuai, jangan hanya bertanya:

“Berapa harga lisensinya?”

Tetapi tanyakan juga:

“Berapa orang yang menggunakan software, berapa workstation yang tersedia, dan berapa orang yang membutuhkan software secara bersamaan?”

Dari tiga informasi tersebut, kebutuhan lisensi biasanya menjadi jauh lebih mudah dipetakan.

Butuh Bantuan Menentukan Lisensi Agisoft Metashape?

Setiap perusahaan memiliki pola kerja yang berbeda. Tim survey, drone mapping, pertambangan, konstruksi, maupun konsultan geospasial dapat memiliki kebutuhan lisensi yang berbeda pula.

GPS Lands Indosolutions dapat membantu mendiskusikan kebutuhan software photogrammetry berdasarkan jumlah pengguna, workstation, dan pola penggunaan di perusahaan Anda.

Jika Anda masih bingung apakah kebutuhan perusahaan lebih sesuai dengan Floating License atau Node-Locked License, konsultasikan terlebih dahulu kebutuhan tim Anda sebelum menentukan lisensi.

Hubungi GPS Lands Indosolutions untuk diskusi kebutuhan Agisoft Metashape dan solusi software pemetaan untuk perusahaan Anda. Anda.

Share
Copied!