Sept – 26 Dalam proyek tambang, keputusan menggunakan alat survey bukan hanya soal harga beli. Yang lebih penting adalah bagaimana alat tersebut memengaruhi produktivitas tim, kecepatan pekerjaan, akurasi data, hingga biaya operasional selama proyek berjalan.
Karena itu, pertanyaan “lebih baik beli atau sewa alat survey?” sebenarnya tidak memiliki satu jawaban untuk semua perusahaan.
Untuk proyek yang berlangsung lama dengan kebutuhan survey yang konsisten, membeli alat bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Sebaliknya, untuk proyek jangka pendek, kebutuhan alat tertentu yang hanya digunakan sesekali, atau ketika perusahaan ingin menjaga cash flow, menyewa alat dapat lebih efisien.
Yang perlu dihitung adalah total biaya dan manfaatnya, bukan hanya harga sewanya atau harga belinya.
Kapan Sebaiknya Membeli Alat Survey?
Membeli alat survey biasanya lebih relevan ketika kebutuhan penggunaannya sudah cukup tinggi dan berulang. Contohnya, perusahaan tambang yang setiap hari melakukan pekerjaan seperti:
- Topographic survey
- Stockpile measurement
- Pit mapping
- Mine progress monitoring
- Setting out
- As-built survey
- Volume calculation
- Monitoring perubahan area tambang
Dalam kondisi seperti ini, kepemilikan alat memberikan beberapa keuntungan.
1. Alat selalu tersedia
Tim survey tidak perlu menyesuaikan pekerjaan dengan ketersediaan alat rental. Ini penting ketika pekerjaan harus dilakukan secara rutin atau membutuhkan respons cepat di lapangan.
2. Investasi dapat digunakan dalam banyak proyek
Jika satu perangkat digunakan selama beberapa tahun dan memiliki utilisasi tinggi, biaya investasi dapat menjadi lebih ekonomis dibandingkan menyewa alat secara terus-menerus.
3. Data dan workflow lebih mudah dikontrol
Perusahaan dapat membangun standar penggunaan alat, workflow pengolahan data, serta kompetensi operator secara internal. Namun, membeli alat juga berarti perusahaan harus memperhitungkan maintenance, kalibrasi, software, baterai, spare part, training, penyimpanan, hingga risiko alat idle ketika proyek berkurang.
Jadi, harga beli bukan satu-satunya angka yang perlu dihitung.
Kapan Sewa Alat Survey Lebih Efisien?
Sewa dapat menjadi pilihan menarik ketika kebutuhan alat bersifat project-based.
Misalnya perusahaan hanya membutuhkan GNSS RTK, Total Station, drone mapping, atau perangkat tertentu selama beberapa minggu atau bulan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu.
Sewa dapat membantu perusahaan:
- Mengurangi investasi awal
- Menjaga cash flow
- Mendapatkan akses ke teknologi terbaru
- Menyesuaikan jenis alat dengan kebutuhan proyek
- Menghindari aset menganggur setelah proyek selesai
Model ini juga dapat digunakan ketika perusahaan sedang mencoba teknologi baru sebelum memutuskan melakukan pembelian.
Misalnya, daripada langsung membeli perangkat GNSS kelas tertentu, perusahaan dapat menggunakan atau menyewa perangkat tersebut terlebih dahulu untuk melihat apakah performanya benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.
Jangan Hanya Membandingkan Harga Beli dengan Harga Sewa
Ini bagian yang sering terlewat.
Misalnya sebuah alat berharga Rp300 juta, sedangkan biaya sewanya Rp15 juta per bulan.
Secara sederhana, orang mungkin langsung menghitung:
Rp300 juta ÷ Rp15 juta = 20 bulan.
Tetapi perhitungan sebenarnya tidak sesederhana itu.
Perusahaan juga perlu memasukkan:
Biaya kepemilikan:
Harga alat + software + maintenance + kalibrasi + training + penyimpanan + risiko downtime + depresiasi
dibandingkan dengan:
Biaya sewa:
Harga rental + transportasi + operator bila diperlukan + mobilisasi/demobilisasi + durasi penggunaan.
Dari sini baru terlihat total cost of ownership (TCO) dan biaya aktual penggunaan alat.
Bagaimana dengan Proyek Tambang?
Pada industri pertambangan, kebutuhan alat survey bisa berubah mengikuti fase pekerjaan. Pada satu periode, kebutuhan GNSS mungkin sangat tinggi. Di periode lain, perusahaan lebih membutuhkan drone mapping, LiDAR, Total Station, atau teknologi monitoring.
Karena itu, pendekatan hybrid juga bisa menjadi pilihan.
Contohnya:
Alat yang digunakan setiap hari → beli
Alat yang hanya dibutuhkan pada proyek tertentu → sewa
Pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus → gunakan jasa survey
Pendekatan seperti ini memungkinkan perusahaan mempertahankan kompetensi inti di internal tanpa harus memiliki seluruh jenis peralatan.
Beli Alat, Sewa Alat, atau Gunakan Jasa?
Sederhananya, pertimbangkan tiga pertanyaan:
1. Seberapa sering alat akan digunakan?
Semakin tinggi utilisasinya, semakin masuk akal mempertimbangkan pembelian.
2. Berapa lama kebutuhan proyek berlangsung?
Untuk kebutuhan singkat atau project-based, rental dapat menjadi alternatif yang lebih fleksibel.
3. Apakah perusahaan memiliki SDM dan workflow untuk mengoperasikan alat tersebut?
Jika belum, menggunakan jasa survey dapat menjadi pilihan yang lebih praktis dibanding hanya menyewa perangkat.
Pada akhirnya, keputusan terbaik bukan selalu membeli atau menyewa.
Yang lebih penting adalah memilih model yang paling sesuai dengan durasi proyek, utilisasi alat, kemampuan tim, kebutuhan teknologi, dan kondisi cash flow perusahaan.
GPS Lands: Tidak Hanya Menjual Alat Survey
Setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, GPS Lands tidak hanya menyediakan berbagai peralatan survey dan mapping, tetapi juga dapat membantu perusahaan menentukan pendekatan yang sesuai melalui penyewaan alat maupun jasa survey dan pemetaan.
Mulai dari GNSS, Total Station, drone mapping, LiDAR, hingga kebutuhan survey dan pemetaan untuk proyek pertambangan, pilihan solusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Jika masih ragu apakah kebutuhan proyek Anda lebih tepat dengan membeli, menyewa, atau menggunakan jasa survey, diskusikan terlebih dahulu kebutuhan proyeknya.
Hubungi GPS Lands untuk mendapatkan rekomendasi solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi proyek Anda. demo Trimble R780.