April 2026 – Today's energy sector transformation is no longer just about generating capacity or grid expansion. The biggest challenge lies in how data is leveraged to generate precise, efficient, and sustainable decisions. This is the common thread that emerged in the GLIS Campus Connect – Geography Seminar Series 2 event held in collaboration with ITPLN on April 7, 2026, with the theme "From Data to Power: Energy Optimization Through Geospatial Technology."
This seminar brought together the perspectives of regulators, researchers, industry practitioners, and academics in a constructive discussion space. Himmel Sihombing, General Manager of PLN UIT JBB, presented a strategic overview of how the implementation of geospatial technology supports the planning and development of electricity infrastructure. In his presentation, he conveyed that spatial data accuracy is now a critical foundation for determining transmission lines, substation planning, and optimizing network assets as a whole.

Furthermore, this transformation does not stand alone. The vision of achieving Net Zero Emissions demands the integration of data, operational efficiency, and the use of technologies such as Artificial Intelligence and the development of autonomous transmission substations. Digitalization is no longer an optional option, but a strategic necessity to maintain system reliability and accelerate the energy transition.
In terms of research and innovation, Bono Pranoto, a Senior Researcher at the National Research and Innovation Agency (BRIN), emphasized the importance of synergy between research and field implementation. He believes geospatial technology holds significant potential to support the development of New and Renewable Energy, from potential location analysis and risk mapping to data-driven monitoring. Collaboration between research institutions and industry is key to ensuring innovation doesn't stop in the laboratory and has a real impact.

Meanwhile, Sondang Sihombing, an engineer at PT GPS Lands Indosolutions, shared practical experience on how geospatial solutions are applied to improve the efficiency of energy infrastructure planning and management. He emphasized that the technology's main strength lies not only in its hardware or software, but also in its ability to integrate various data sources into actionable information. With a spatial data-driven approach, the decision-making process becomes more measurable and transparent.

The remarks by ITPLN Rector, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, MK, MT, further strengthened the collaborative spirit of this event. He expressed his appreciation for the seminar and expressed his hope that similar events would continue to be held to strengthen the relationship between academics, industry practitioners, and state research institutions. The synergy between these three elements is considered crucial in building an innovation ecosystem that is relevant to national needs.
Through the ongoing discussions, one thing became clear: geospatial technology is no longer just a mapping tool. It has evolved into a strategic instrument in supporting adaptive, efficient, and sustainable energy planning. From planning to monitoring, from network development to renewable energy integration, all require precise data and integrated systems.
This seminar serves as a reminder that the future of energy is determined not only by its resources, but by the quality of data and our ability to transform it into power—into the right decisions, at the right time. When spatial data is optimally utilized, energy transformation is no longer just talk, but a concrete step toward a smarter and more sustainable electricity system.
Author Kholis Muhsin Lubis
Jakarta, Agustus 2026 – Komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia serta percepatan transformasi teknologi geospasial di Indonesia kembali diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT GPS Lands Indosolutions dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE).
Penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak awal kolaborasi strategis antara dunia industri dan institusi pengembangan sumber daya manusia dalam memperluas pemanfaatan teknologi survei dan pemetaan untuk mendukung sektor pertambangan, energi, serta berbagai stakeholder terkait.
Membangun Kompetensi untuk Menjawab Tantangan Industri
Kerja sama ini dilaksanakan setelah rangkaian workshop teknologi survei dan pemetaan yang berlangsung pada 29–30 Juli 2026. Selama kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai teknologi geospasial terkini yang telah banyak diterapkan di berbagai sektor industri.
Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan teknologi GNSS, LiDAR, fotogrametri, Terrestrial Laser Scanner (TLS), hingga Building Information Modeling (BIM) sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan, kualitas data, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis informasi geospasial.
Workshop tersebut tidak hanya menjadi media transfer pengetahuan, tetapi juga ruang diskusi antara praktisi industri dan peserta dalam membahas tantangan implementasi teknologi di lapangan serta peluang pengembangannya di masa mendatang.

Kolaborasi yang Melampaui Sebuah Seremoni
Bagi GPS Lands Indosolutions, penandatanganan MoU bukan sekadar agenda seremonial.
Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang untuk menghadirkan dukungan nyata dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program kolaboratif, mulai dari pelatihan teknis, workshop, seminar, demonstrasi teknologi, hingga pendampingan implementasi solusi geospasial sesuai kebutuhan industri.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan data spasial yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, penguasaan teknologi survei dan pemetaan menjadi salah satu kompetensi penting bagi berbagai sektor, khususnya pertambangan, energi, infrastruktur, lingkungan, serta instansi pemerintah.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak tenaga profesional yang memiliki pemahaman terhadap teknologi geospasial modern sehingga mampu mendukung proses perencanaan, monitoring, evaluasi, hingga pengambilan keputusan secara lebih efektif.
Mendukung Digitalisasi Industri Melalui Teknologi Geospasial
Transformasi digital di sektor pertambangan dan energi tidak hanya bergantung pada perangkat keras maupun perangkat lunak, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dalam mengadopsi teknologi baru.
GPS Lands Indosolutions meyakini bahwa teknologi seperti drone, GNSS, LiDAR, terrestrial laser scanner, mobile mapping, serta BIM akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung operasional industri yang lebih aman, efisien, dan berbasis data.
Oleh karena itu, pengembangan kompetensi menjadi investasi jangka panjang yang harus terus dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan dan pelatihan, serta pelaku industri.
Komitmen untuk Terus Bertumbuh Bersama
Melalui kerja sama ini, GPS Lands Indosolutions berharap hubungan yang telah terjalin dengan PPSDM KEBTKE dapat terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak maupun bagi perkembangan industri geospasial nasional.
Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperluas pemanfaatan solusi survei dan pemetaan pada berbagai sektor strategis, termasuk pertambangan, energi, lingkungan, infrastruktur, serta stakeholder lainnya yang membutuhkan teknologi geospasial sebagai dasar pengambilan keputusan.

GPS Lands Indosolutions menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran PPSDM KEBTKE atas kepercayaan, dukungan, serta semangat kolaborasi yang telah dibangun.
Kami percaya bahwa kemajuan teknologi akan memberikan dampak yang lebih besar apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat, transfer pengetahuan yang berkelanjutan, serta komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Semoga kerja sama ini menjadi awal dari berbagai inovasi dan program strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertambangan, energi, lingkungan, dan industri geospasial di Indonesia.geospasial di Indonesia.
Author Kholis Muhsin Lubis
Bandung April 26 – GPS Lands Indosolutions kembali melanjutkan program GLIS Campus Connect (GCC) melalui kegiatan workshop yang diselenggarakan di Politeknik Energi Pertambangan Bandung (PEPB).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan, khususnya dalam bidang survei dan pemetaan di sektor energi dan pertambangan.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pemaparan langsung mengenai pemanfaatan teknologi drone LiDAR DJI Matrice 400 dan GNSS Trimble R780, yang saat ini banyak digunakan untuk mendukung efisiensi dan akurasi pekerjaan di lapangan.
Rafi Ramadhan, Sales Executive GPS Lands Indosolutions yang menjadi salah satu pembicara dalam sesi ini, menyampaikan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. “Yang paling penting adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan data yang benar-benar bisa digunakan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi terkait tantangan dunia kerja, kebutuhan kompetensi di industri, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika sektor energi dan pertambangan.
Antusiasme peserta terlihat dari interaksi yang aktif selama sesi berlangsung. Mahasiswa tidak hanya tertarik pada teknologi yang diperkenalkan, tetapi juga pada insight praktis yang dibagikan oleh tim GPS Lands Indosolutions.
Melalui program GLIS Campus Connect, GPS Lands Indosolutions berharap dapat terus berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga memiliki pola pikir dan kesiapan yang dibutuhkan untuk berkembang di industri.

Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta unggul di bidang energi dan pertambangan di Indonesia.
Author Kholis Muhsin Lubis